Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Konservasi Arsitektur (Setu Babakan)

Bab V Kesimpulan, Saran dan Daftar Pustaka Kesimpulan Di kawasan Setu Babakan   Kampung Betawi, kita dapat menyaksikan pagelaran seni tradisional masyarakat Betawi, mulai dari atraksi kesenian Pertunjukan Tari Topeng, Tanjidor, Marawis, Lenong, Gambang Kromong, Tari Lenggang Nyai, Tari Narojeng dengan dilengkapi dengan ondel-ondel yang merupakan icon budaya tradisional masyarakat Betawi. Tempat wisata kampung Betawi di kawasan Setu Babakan ini, merupakan sebuah perkampungan yang menjadi potret dan miniatur sketsa dari kegiatan masyarakat lokal asli Jakarta. Di mana tempat ini dapat menjadi sebuah wahana edukasi bagi siapapun untuk mengenal lebih dalam tentang kehidupan masyarakat Betawi, dari kesenia, tradisi, budaya, dan kuliner tradisional Betawi. Kampung Betawi yang menghadap kesebuah setu atau yang kita kenal dengan sebutan danau, menambah suasana asri di tempat wisata budaya ini. Danau buatan yang luas, menjadi resapan air serta wahana permainan air bagi para pengu

Manusia dan Penderitaan

Penderitaan Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan. SIKSAAN Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasman, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yagn sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian,

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Kesusastraan

1.          Sifat-sifat Budaya Sifat-sifatbudaya pada dasarnya memiliki ciri-ciri yang sama bagi semua kebudayaan manusia tanpa membedakan faktor ras, lingkungan alam, atau pendidikan. Yaitu sifat hakiki yang berlaku umum bagi semua budaya dimanapun. Sifat hakiki dari kebudayaan diantaranya adalah : 1.      Budaya terwujud dan disalurkan dari perilaku manusia 2.      Budaya ada sebelu m lahirnya generasi dan tidak akan mati sampai habisnya generasi yang bersangkutan 3.      Budaya diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya 4.      Budaya mencakup aturan-atura n yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima atau ditolak, dilarang dan yang diizinkan Selain yang tersebut diatas, ada beberapa sifat-sifat kebudayaan yang terjadi karena : 1.      Manusia tidak memiliki struktur anatomi khusus pada tubuhnya 2.      Lingkungan geografis 3.      Induk bangsa

Manusia dan Keindahan

Keindahan Sulit untuk mengartikan apakah keindahan dalam bentuk sebuah kalimat. Keindahan merupakan suatu konsep abstrak. Karena keindahan baru jelas kalau dapat dilihat pada suatu yang berwujud atau karya. Dapat di bilang keindahan itu adalah sesuatu yang dapat dinikmati. Manusia harus membedakan keindahan pada benda abstrak dan pada benda yang indah. Dapat di bedakan pada bahasa inggris “Beauty” (keindahan) dan “The Beautiful” (Benda atau hal indah). Keindahan dibagi menjadi 3 pengertian : a. Keindahan dalam arti luas b. Keindahan dalam arti estetis murni c. Keindahan dalam arti terbatas 1.       Keindahan dalam arti luas Awal nya dari bangsa Yunani yang dulu juga di cakup pula kebaikan. Contoh Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah yang berarti seseorang yang memiliki watak yang baik. Aristoteles merumuskan keindahan adalah sesuatu yang selain baik juga menyenangkan bagi orang yang menikmati atau melihat nya. Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindah